HOTLINE : 0889 07 0202 08 EMAIL : admin@kursusakuntansionline.com :
Kursus Akuntansi Online
SHARE :

Imbas Pencatatan Akuntansi, Pendapatan JSMR 2019 Turun, Tapi Laba Tumbuh Positif

28
11/2017
Kategori : Berita
Komentar : 0 komentar
Author : x1.43.2020


Imbas Pencatatan Akuntansi, Pendapatan JSMR 2019 Turun, Tapi Laba Tumbuh Positif

KONTAN.CO.ID РJAKARTA. PT Jasa Marga Tbk (JSMR) mencetak kinerja cukup baik tahun lalu. Emiten operator jalan tol terbesar di Indonesia, itu membukukan EBITDA positif di periode tersebut.

Catatan JSMR, EBITDA tahun lalu mencapai Rp 6,88 triliun, atau tumbuh sebesar 14,26 secara year-on-year (yoy).

Memang, emiten anggota indeks KOMPAS100 ini mencatatkan penurunan pendapatan.

Pendapatan JSMR sepanjang tahun lalu mencapai Rp 26,34 triliun, turun sekitar 28,75% dibanding 2018, yang sebesar Rp 36,97 triliun. Penurunan terbesar terjadi di pos pendapatan konstruksi yang turun 43,51% (yoy) menjadi Rp 15,36 triliun.

Meski begitu, penurunan pendapatan ini merupakan efek administrasi pencatatan laporan keuangan.

Mohamad Agus Setiawan, Sekretaris Perusahaan JSMR menjelaskan, sesuai aturan pencatatan akuntansi, semua biaya yang diatribusikan untuk pembangunan jalan tol dicatat sebagai pendapatan konstruksi. Kemudian, pendapatan tersebut dieliminasi oleh beban konstruksi.

Sehingga, jika proyek tol sudah kelar dan pengerjaan konstruksinya semakin sedikit, maka pendapatan konstruksi juga akan turun.

“Pendapatan riil Jasa Marga adalah dari pengoperasian jalan tol, yaitu pendapatan tol dan pendapatan usaha lainnya,” jelas Agus kepada KONTAN.

Dari segmen tersebut, JSMR masih mencatatkan kenaikan pendapatan 12,06% secara tahunan, dari Rp 9,04 triliun menjadi Rp 10,13 triliun.

Seiring dengan berkurangnya pendapatan konstruksi, beban pokok di segmen ini juga turun 43% secara tahunan menjadi Rp 15,27 triliun.

Adapun total beban pokok JSMR sepanjang tahun lalu turun 35,93% dari Rp 31,06 triliun menjadi Rp 19,9 triliun.

Alhasil, JSMR mencatat laba kotor Rp 6,44 triliun. Angka ini naik 8,78% dari sebelumnya Rp 6,92 triliun. Laba usaha juga naik 8,32% menjadi Rp 5,86 triliun.

Beban keuangan neto JSMR naik 32,06% dari Rp 1,84 triliun menjadi sebesar Rp 2,43 triliun.

Tapi, keuntungan dari pelepasan investasi naik 17% menjadi Rp 1,03 triliun. Alhasil, laba bersih JSMR naik 0,45% jadi Rp 2,21 triliun.

%,” imbuh Mohamad Agus Setiawan, Sekretaris Perusahaan JSMR, kemarin

Berita Lainnya



Tinggalkan Komentar